Review Mendalam: Game Desain Terbaik 2024 yang Wajib Dicoba

Ketika Game dan Desain Bertabrakan dengan Cara yang Mengagumkan

Tidak semua game dibuat sama. Ada yang menang dari sisi gameplay, ada yang unggul dari cerita—tapi sedikit sekali yang benar-benar memukau dari sisi desain visual dan pengalaman antarmuka. Tahun 2024 ternyata jadi tahun yang cukup sibuk dalam kategori ini, dan setelah berjam-jam menatap layar sambil menggenggam controller, ada beberapa judul yang layak dapat sorotan lebih.

Artikel ini bukan tentang game mana yang paling seru dimainkan. Ini tentang game mana yang paling cerdas secara desain—UI-nya, identitas visualnya, typografi-nya, dan bagaimana semua elemen itu bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang kohesif.


Astro Bot: Kesederhanaan yang Tidak Sesederhana Kelihatannya

Mulai dari yang paling mengejutkan. Astro Bot hadir dengan tampilan yang terlihat “lucu dan ringan,” tapi di balik itu ada sistem desain yang sangat terstruktur. Setiap elemen UI-nya dirancang untuk tidak mengganggu—health bar, indikator koin, semua tersembunyi dengan mulus ke dalam dunia game-nya sendiri.

Yang menarik adalah bagaimana tim Team Asobi memutuskan untuk menghilangkan batas antara UI dan dunia game. Angka-angka dan ikon tidak mengambang di atas layar seperti HUD biasa—mereka bagian dari lingkungan. Ini pendekatan desain yang sulit, tapi hasilnya luar biasa bersih.


Balatro: Bukti Bahwa Desain Minimalis Bisa Sangat Ekspresif

Balatro mungkin terlihat seperti game kartu sederhana. Tapi coba perhatikan lebih dalam: typografi-nya dipilih dengan sangat hati-hati, palet warnanya konsisten di setiap layar, dan animasi transisi antar menu terasa smooth tanpa terasa boros.

Ini adalah contoh nyata desain yang melayani fungsi tanpa mengorbankan estetika. Di industri yang penuh dengan UI yang padat dan berisik, Balatro membuktikan bahwa pengurangan elemen justru bisa meningkatkan kejelasan dan daya tarik visual. Bagi desainer yang suka mengeksplorasi teori visual dari perspektif yang tidak biasa—termasuk mereka yang aktif di komunitas seperti woncaap2025.org—pendekatan Balatro ini jadi bahan diskusi yang menarik soal hierarki visual dalam antarmuka interaktif.


Senua’s Saga: Hellblade II — Sinematik Sebagai Desain

Dari sisi sinematografi dan komposisi visual, Hellblade II hampir tidak ada tandingannya di 2024. Setiap frame bisa dijadikan wallpaper. Ninja Theory sengaja menghapus hampir semua elemen HUD untuk mendorong pemain masuk lebih dalam ke dalam narasi.

Tapi ini juga jadi titik perdebatan. Tanpa indikator kesehatan yang jelas, beberapa pemain merasa frustrasi. Ini adalah pengingat bahwa desain yang indah secara visual belum tentu optimal secara fungsional—keseimbangan antara keduanya adalah tantangan terbesar dalam game design.


Perbandingan: Mana yang Paling “Desainer Banget”?

| Judul | Kekuatan Desain | Kelemahan ||—|—|—|| Astro Bot | Integrasi UI ke dunia game | Terlalu familiar, kurang berani || Balatro | Minimalis, konsisten, intuitif | Kurang animasi ekspresif || Hellblade II | Visual sinematik luar biasa | Fungsionalitas UI dikorbankan |

Kalau harus memilih satu sebagai referensi desain terbaik, Balatro menang tipis. Alasannya sederhana: ia melakukan banyak hal dengan sumber daya visual yang sedikit. Itu skill desain yang sesungguhnya.


Apa yang Bisa Dipelajari Desainer dari Game-Game Ini?

Tiga game di atas sebenarnya menawarkan tiga filosofi desain yang berbeda:

  • Integrasi (Astro Bot): elemen desain tidak berdiri sendiri, mereka bagian dari sistem yang lebih besar
  • Reduksi (Balatro): lebih sedikit elemen = lebih banyak kejelasan
  • Imersi (Hellblade II): desain yang melayani emosi, bukan hanya fungsi

Ketiganya relevan untuk konteks di luar game sekalipun—desain aplikasi, branding, bahkan desain presentasi. Cara game mengelola perhatian pengguna adalah pelajaran berharga yang sering dilewatkan oleh desainer produk konvensional.


Kesimpulan Tanpa Basa-Basi

Game bukan sekadar hiburan bagi desainer—game adalah laboratorium visual yang berjalan secara real-time. Di sinilah keputusan desain diuji langsung oleh jutaan pengguna aktif, tanpa ampun.

Tahun 2024 menunjukkan bahwa garis antara “game yang bagus” dan “desain yang bagus” semakin tipis. Dan bagi siapa pun yang tertarik pada dunia desain, menghabiskan waktu bermain game dengan mata kritis bisa jadi investasi wawasan yang tidak terduga.